ILCAN Goes to Campus (ILGoCa) di IPB 25 April 2019

  [Berita ILCAN, Bogor] Dr.Kiman Siregar sebagai Ketua Umum baru ILCAN menyampaikan rencana peluncuran program baru di periode ini. Program ini bernama ILCAN Goes To Campus (ILGoCa), dengan pelaksanaan perdana di IPB Bogor pada tanggal 25 April 2019. “Pelaksanaan ILGoCa April 2019 ini bekerjasama dengan Sekretaris PROPER dan Dirjen PPKL KLHK dan Prodi PSL Pascasarjana IPB Bogor,“ papar Kiman. “Insya Allah kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di ITB dan UI, ” imbuhnya. Life Cycle Assessment (LCA) adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisa potensi dampak lingkungan suatu sistem produk sepanjang siklus hidup produk tersebut. Siklus ini mencakup mulai dari ekstraksi bahan baku, pengangkutan, proses produksi, distribusi, pemakaian oleh konsumen hingga pengolahan sampah. Di Indonesia, LCA mulai dipakai secara luas, baik di kalangan akademik, pengambil kebijakan, hingga industri. Sebagai contoh, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah mengkaji dan mulai mengimplementasikan LCA untuk kegiatan PROPER. PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Langkah awal pengaplikasian LCA dalam Perusahaan PROPER berdasarkan PerDirjen PPKL No. P14/ PPKL/SET/DIK.0/9/2018. Berbagai kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk: (i) mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan (ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production). Dalam kegiatan perdana ini, secara umum ILGoCa akan dilakukan sharing & transfer of knowledge antara pembicara dengan para mahasiswa seputar Teori dan Aplikasi LCA di industri Perkebunan Kelapa Sawit, Tebu, dan lain-lain. ILGoCa pada tanggal 25 April 2019 menghadirkan regulator, peneliti, akademisi dan praktisi LCA, antara lain : Ir. Sigit Ruliantoro, M.Sc sebagai SekDirjen Pengendalian...

Dukung Implementasi LCA pada PROPER, ILCAN Bersama KLHK Gelar Pelatihan LCA

[Jakarta, Berita ILCAN] Sekretariat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Training LCA PROPER KLHK pada tanggal 14-15 Maret 2019. Acara ini juga didukung Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) sebagai bagian dari kegiatan ILCAN Training Series on Life Cycle Assessment (ITSoLCA). Bertempat di Hotel Wyndham Jakarta, pelatihan ini dihadiri tim sekretariat PROPER dan sejumlah analis lingkungan di KLHK. Dikutip dari laman KLHK, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Berbagai kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk: (i) mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan (ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production). Seiring dengan perkembangan global, sekretariat PROPER KLHK mulai menerapkan metode LCA untuk memperkuat kinerja PROPER. Upaya ini disambut positif oleh banyak pihak, termasuk ILCAN, dalam rangka mendukung program pembangunan lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Dalam sambutannya, Dr.Kiman Siregar, Ketua Umum ILCAN menyampaikan bahwa ILCAN akan mendukung penuh upaya bersama Sekretariat PROPER KLHK dalam menerapkan Metode LCA untuk Ketaatan Lingkungan Perusahaan (PROPER) di Indonesia. “Sebagai bukti dukungan tersebut, ILCAN telah menyiapkan Materi & Trainer ILCAN untuk pelatihan selama 4 hari yang sesuai dengan PerDirjen PPKL No.P14, “ terang Kiman yang juga merupakan dosen pengajar Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Syiah Kuala Aceh ini. “Mitra industri yang bergabung dalam PROPER yang berminat mendalami dan mengimplementasikan LCA dapat menghubungi vendor / mitra resmi ILCAN, seperti PT.LCI, CV Dakara Consulting – CV.MSP, PT.ABB, dan PT.BHE, “ lanjutnya. Informasi lebih lanjut tersedia di website ILCAN. ILCAN merupakan organisasi...

Dukung Implementasi Materi LCA untuk PROPER KLHK, ILCAN Jalin Kerjasama dengan Mitra

[ILCAN News, Serpong] Dalam beberapa tahun terakhir, kurikulum kompetensi teknis Life Cycle Assessment telah dikaji dan dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sejumlah universitas, lembaga penelitian dan lembaga profesi ilmiah LCA termasuk ILCAN. Hasil kajian tersebut telah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Peraturan Direkturat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor: P.14/PPKL/ SET/ DIK.0/9/2018 tentang Materi Penilaian Daur Hidup untuk PROPER. Unit kompetensi yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut antara lain: Menyiapkan pengetahuan dasar terhadap Penilaian Daur Hidup Menentukan batasan, tujuan, dan ruang lingkup Penilaian Daur Hidup Melaksanakan inventori Penilaian Daur Hidup Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup Melaksanakan interpretasi hasil analisis Merencanakan Suatu Program Yang Sesuai Dengan Hasil Penilaian Daur Hidup (LCA) Melakukan Evaluasi Dan Perbaikan Program Lingkungan Menyusun Laporan Penilaian Daur Hidup (LCA) Melakukan Evaluasi Dan Perbaikan Program Lingkungan +Reporting, EPD Contoh Kasus 1 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, Dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup, Melaksanakan Interpretasi Hasil Analisis Contoh Kasus 2 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, Dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup, Melaksanakan Interpretasi Hasil Analisis Mengoperasikan Aplikasi Piranti lunak (Software) Penilaian Daur Hidup Guna mengembangkan kompetensi tersebut di tingkat pelaksanaan, ILCAN telah bekerja sama dengan sejumlah organisasi pelatihan untuk turut mendiseminasikan LCA. Beberapa yang sudah bekerja sama di antaranya. Life Cycle Indonesia – sejak 2015. Adhiwiyata Bina Lestari (ABB) – 2019 Dakara Consulting (PT.MSP) – 2019 Organisasi lain yang berminat untuk mengembangkan dan melaksanakan pelatihan LCA dapat mengirim kontak ke secretariat@ilcan.or.id (Koordinator Pengembangan Kompetensi LCA: Dr. Ellyna...

Serah Terima Ketua ILCAN

  [Berita ILCAN, Serpong] Dalam rangka regenerasi dan penyegaran organisasi, ILCAN menggelar serah terima jabatan Ketua ILCAN. Acara berlangsung pada hari Rabu (5/12) di Sekretariat ILCAN di Pusat Penelitian Kimia LIPI. Dalam acara tersebut, Ketua ILCAN pertama periode 2015-2018, Dr. Edi Iswanto Wiloso, menyerahkan jabatan ke Ketua ILCAN terpilih untuk 2019-2022, Dr. Kiman Siregar. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, pendiri ILCAN, Dr. Novizar Nazir beserta para pengurus. Pemilihan Ketua ILCAN ini sudah dilakukan sebelumnya dan dikukuhkan di Kongress ILCAN yang beriringan dengan acara The 3rd International Conference on Life Cycle Assesment 2018 pada 23 Oktober 2018. “Terimakasih atas dukungan Bapak Ibu selama ini, “ terang Edi memulai sambutan. “Semoga di bawah pimpinan ketua yang baru, ILCAN dapat semakin memperkuat peranannya dalam memperkuat jaringan riset dan aplikasi LCA di Indonesia” imbuhnya. Sejak berdiri dan di bawah kepemimpinan Edi, ILCAN telah menorehkan sejumlah kemajuan yang signifikan, seperti masuknya ILCAN ke dalam peta LCA internasional yang dibangun UNEP, digelarnya seminar tahunan LCA nasional dan internasional serta hadirnya IJoLCAS, sebuah jurnal LCA pertama di Indonesia yang diterbitkan bersama (co-publishing) LIPI. Di samping itu, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ILCAN turut merintis adopsi ISO 14040/44 terkait LCA ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam kurun waktu 4 tahun tersebut, yang mendaftar sebagai anggota ILCAN juga semakin bertambah hingga lebih dari 125 orang. “Mudah-mudahan ILCAN akan semakin berkembang dan menjaga asas ilmiah, netralitas dan manfaat bagi semua, “ papar Novizar mengungkapkan pesannya. Sebagai nakhoda baru, Kiman yang juga salah seorang pendiri ILCAN juga menyampaikan terimakasih atas amanah diberikan. “Mohon dukungan dan kerjasama Bapak Ibu semua semoga kita bersama dapat membawa ILCAN menjadi semakin...

ILCAN-UI-LIPI Gelar The 3rd ICSoLCA 2018 yang Diikuti Lebih Dari 300 Orang

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) bersama  dengan Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) dan Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI menggelar The 3rd International Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSoLCA) 2018.  Bertempat di Perpustakan Nasional Republik Indonesia Jakarta, acara berlangsung pada 23 – 25 Oktober 2018. ICSoLCA merupakan even rutin yang digelar oleh ILCAN bekerjasama dengan mitranya. Pertemuan pertama diselenggarakan pada tahun 2015 di Puspiptek, Serpong. Pertemuan kedua tahun 2016 dilaksanakan di Universitas Pelita Harapan Karawaci. SIL UI menjadi tuan rumah konferensi yang ketiga ini dan menjadi universitas pertama di dunia yang berinisiatif menggelar konferensi internasional dengan mengombinasikan metode LCA dengan SDG. Turut hadir dalam pembukaan acara, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (Dr. Emil Budianto) dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, SIL UI (Dr. Hayati Sari Hasibuan). Di samping itu, hadir juga mitra pendukung seperti Ketua ILCAN (Dr. Edi Iswanto Wiloso) dan Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI  (Dr. Eng. Agus Haryono). “Konferensi kali ini mengambil tema life cycle assessment (LCA) as a metric to achieve Sustainability Development Goals (SDG),“ terang Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto saat memberikan sambutannya. “SDG, atau tujuan pembangunan berkelanjutan, merupakan komitmen global dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana Indonesia juga termasuk di dalamnya,“ lanjutnya. Perhelatan ICSOLCA kali ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 artikel yang akan dipresentasikan secara lisan dan poster. Di samping itu hadir pula para peserta non pemakalah sehingga total peserta lebih dari 300 orang. Para peserta berasal dari universitas, lembaga penelitian dan industri, baik dari dalam dan luar negeri. Peserta dari luar negeri diantaranya berasal dari Amerika, Australia, Belanda, Jepang, Jerman, Prancis dan Sri...
Page 1 of 612345...Last »
Translate »