The 4th ICSoLCA 2019: Implementasi LCA Untuk Men-support Pencapaian Green Industry di Indonesia

[Berita ILCAN, Jakarta] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan ILCAN akan menggelar The 4th ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSoLCA) 2019. Bertempat Auditorium BPPT Thamrin, Jakarta, acara akan diadakan pada 7-9 November 2019. Acara ini turut didukung sejumlah institusi seperti PTPN V, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPDP Sawit, LIPI, Universitas Tsukuba (Jepang) dan Murdoch University (Australia). “Konferensi ini merupakan acara rutin sebagai kelanjutan dari konferensi LCA ke-3 yang diadakan oleh UI tahun 2018 yang lalu, ” terang Dr. Kiman Siregar, ketua ILCAN. “Dengan semakin banyaknya pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan seminar, semoga semakin banyak pula peserta yang akan berpartisipasi, ” imbuhnya. Dalam konferensi ini, sejumlah pembicara akan hadir, seperti: Muhammad Khayam (Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil – Kementerian Perindustrian), Ir. Sigit Reliantoro (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan sekaligus Sekretaris PROPER – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan),  Prof. Martin Anda (Murdoch University), Jatmiko Krisna Santosa (Direktur PTPN V), Prof. Ryozo Noguchi (Tsukuba University), Dr. Ardiarso  (BPPT), Dr. Kiman Siregar (ILCAN/ Universitas Syiah Kuala) dan Dr. Edi Iswanto Wiloso (LIPI). Panitia konferensi juga membuka pengiriman makalah oleh peserta. Makalah yang terpilih akan dipublikasikan di Indonesian Journal of Life Cycle Assessment and Sustainability (IJoLCAS) dan Enerlink (Jurnal Energi dan Lingkungan). Batas waktu pengumpulan abstrak adalah 31 Juli 2019. Informasi lebih lanjut dapat melihat dan mengunduh leaflet berikut: Unduh file pdf.            ...

Prihatin Indonesia Belum Punya Database LCA, ILCAN Gandeng PSL SPS IPB Bangun Database Emisi Kelapa Sawit Indonesia

[Berita ILCAN, Bogor] Ketua Umum ILCAN, Dr. Kiman Siregar S.TP M.Si, menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Ketua Program Studi (PS) Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), Sekolah Pascasarjana (SPS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Widiatmaka, DAA. Bertempat di Gedung Pascasarjana IPB, penandatanganan kerjasama ini bertujuan untuk melakukan “Penelitian dan Pengembangan Database Life Cycle Assesment (LCA) untuk Perkebunan Kelapa Sawit dan Perkebunan Lain di Indonesia, serta Pengembangan Software Aplikasi LCA Khusus Indonesia”. “Penandatangan ini dilatarbelakangi keprihatinan kami dengan belum adanya database LCA di Indonesia, “ terang Kiman saat memberikan pengantarnya. “Sementara tetangga kita di luar negeri seperti Thailand dan Malaysia sudah lebih dulu melangkah dan membangun database nasional mereka, ” imbuhnya. Penandatanganan ini dilakukan sebagai rangkaian acara Seminar ILCAN Goes To Campus bertemakan “Membangun Data Emisi Sawit Nasional Untuk Menghadapi Pasar Global” Bogor pada hari Kamis (25 April 2019). Acara tersebut dihadiri oleh pembicara antara lain Ir. Sulistyowati, M.M (Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka KLHK), Dr. Kiman Siregar,S.TP,M.Si (Ketua Umum ILCAN), Dr.Ir.Edi Iswanto Wiloso,M.Sc (Peneliti Senior di LIPI P2Kimia), Dr.Ir.M Januar Y.Purwanto,M.Sc (Dosen Senior Program Pascasarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB), Dr.Nugroho Adi Sasongko,S.T,M.Sc (Peneliti BPPT), Dr.Gunawan Dosen Politeknik Lhokseumawe), dan Dr.Bambang (ILCAN). Mengutip dari naskah MoU, kerjasama antara ILCAN dan IPB ini direncanakan berlangsung hingga 4 (empat) tahun ke depan dan dapat diperpanjang kembali dengan persetujuan para...

ILCAN Goes to Campus (ILGoCa) di IPB 25 April 2019

  [Berita ILCAN, Bogor] Dr.Kiman Siregar sebagai Ketua Umum baru ILCAN menyampaikan rencana peluncuran program baru di periode ini. Program ini bernama ILCAN Goes To Campus (ILGoCa), dengan pelaksanaan perdana di IPB Bogor pada tanggal 25 April 2019. “Pelaksanaan ILGoCa April 2019 ini bekerjasama dengan Sekretaris PROPER dan Dirjen PPKL KLHK dan Prodi PSL Pascasarjana IPB Bogor,“ papar Kiman. “Insya Allah kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di ITB dan UI, ” imbuhnya. Life Cycle Assessment (LCA) adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisa potensi dampak lingkungan suatu sistem produk sepanjang siklus hidup produk tersebut. Siklus ini mencakup mulai dari ekstraksi bahan baku, pengangkutan, proses produksi, distribusi, pemakaian oleh konsumen hingga pengolahan sampah. Di Indonesia, LCA mulai dipakai secara luas, baik di kalangan akademik, pengambil kebijakan, hingga industri. Sebagai contoh, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah mengkaji dan mulai mengimplementasikan LCA untuk kegiatan PROPER. PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Langkah awal pengaplikasian LCA dalam Perusahaan PROPER berdasarkan PerDirjen PPKL No. P14/ PPKL/SET/DIK.0/9/2018. Berbagai kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk: (i) mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan (ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production). Dalam kegiatan perdana ini, secara umum ILGoCa akan dilakukan sharing & transfer of knowledge antara pembicara dengan para mahasiswa seputar Teori dan Aplikasi LCA di industri Perkebunan Kelapa Sawit, Tebu, dan lain-lain. ILGoCa pada tanggal 25 April 2019 menghadirkan regulator, peneliti, akademisi dan praktisi LCA, antara lain : Ir. Sigit Ruliantoro, M.Sc sebagai SekDirjen Pengendalian...

Dukung Implementasi LCA pada PROPER, ILCAN Bersama KLHK Gelar Pelatihan LCA

[Jakarta, Berita ILCAN] Sekretariat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Training LCA PROPER KLHK pada tanggal 14-15 Maret 2019. Acara ini juga didukung Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) sebagai bagian dari kegiatan ILCAN Training Series on Life Cycle Assessment (ITSoLCA). Bertempat di Hotel Wyndham Jakarta, pelatihan ini dihadiri tim sekretariat PROPER dan sejumlah analis lingkungan di KLHK. Dikutip dari laman KLHK, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Berbagai kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk: (i) mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan (ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production). Seiring dengan perkembangan global, sekretariat PROPER KLHK mulai menerapkan metode LCA untuk memperkuat kinerja PROPER. Upaya ini disambut positif oleh banyak pihak, termasuk ILCAN, dalam rangka mendukung program pembangunan lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Dalam sambutannya, Dr.Kiman Siregar, Ketua Umum ILCAN menyampaikan bahwa ILCAN akan mendukung penuh upaya bersama Sekretariat PROPER KLHK dalam menerapkan Metode LCA untuk Ketaatan Lingkungan Perusahaan (PROPER) di Indonesia. “Sebagai bukti dukungan tersebut, ILCAN telah menyiapkan Materi & Trainer ILCAN untuk pelatihan selama 4 hari yang sesuai dengan PerDirjen PPKL No.P14, “ terang Kiman yang juga merupakan dosen pengajar Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Syiah Kuala Aceh ini. “Mitra industri yang bergabung dalam PROPER yang berminat mendalami dan mengimplementasikan LCA dapat menghubungi vendor / mitra resmi ILCAN, seperti PT.LCI, CV Dakara Consulting – CV.MSP, PT.ABB, dan PT.BHE, “ lanjutnya. Informasi lebih lanjut tersedia di website ILCAN. ILCAN merupakan organisasi...

Dukung Implementasi Materi LCA untuk PROPER KLHK, ILCAN Jalin Kerjasama dengan Mitra

[ILCAN News, Serpong] Dalam beberapa tahun terakhir, kurikulum kompetensi teknis Life Cycle Assessment telah dikaji dan dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama sejumlah universitas, lembaga penelitian dan lembaga profesi ilmiah LCA termasuk ILCAN. Hasil kajian tersebut telah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Peraturan Direkturat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor: P.14/PPKL/ SET/ DIK.0/9/2018 tentang Materi Penilaian Daur Hidup untuk PROPER. Unit kompetensi yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut antara lain: Menyiapkan pengetahuan dasar terhadap Penilaian Daur Hidup Menentukan batasan, tujuan, dan ruang lingkup Penilaian Daur Hidup Melaksanakan inventori Penilaian Daur Hidup Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup Melaksanakan interpretasi hasil analisis Merencanakan Suatu Program Yang Sesuai Dengan Hasil Penilaian Daur Hidup (LCA) Melakukan Evaluasi Dan Perbaikan Program Lingkungan Menyusun Laporan Penilaian Daur Hidup (LCA) Melakukan Evaluasi Dan Perbaikan Program Lingkungan +Reporting, EPD Contoh Kasus 1 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, Dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup, Melaksanakan Interpretasi Hasil Analisis Contoh Kasus 2 Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, Dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup (LCA), Melaksanakan Penilaian Dampak Daur Hidup, Melaksanakan Interpretasi Hasil Analisis Mengoperasikan Aplikasi Piranti lunak (Software) Penilaian Daur Hidup Guna mengembangkan kompetensi tersebut di tingkat pelaksanaan, ILCAN telah bekerja sama dengan sejumlah organisasi pelatihan untuk turut mendiseminasikan LCA. Beberapa yang sudah bekerja sama di antaranya. Life Cycle Indonesia – sejak 2015. Adhiwiyata Bina Lestari (ABB) – 2019 Dakara Consulting (PT.MSP) – 2019 Organisasi lain yang berminat untuk mengembangkan dan melaksanakan pelatihan LCA dapat mengirim kontak ke secretariat@ilcan.or.id (Koordinator Pengembangan Kompetensi LCA: Dr. Ellyna...
Page 1 of 712345...Last »
Translate »