ILCAN Selenggarakan The 2nd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment

ILCAN bekerja sama dengan UPH dan didukung LIPI menyelenggarakan The 2nd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment pada tanggal 2-3 November 2016. Beritanya telah diinformasikan oleh media UPH dan lifecycleinitiative.org sebagai berikut. http://www.lifecycleinitiative.org/?wysija-page=1&controller=email&action=view&email_id=105&wysijap=subscriptions http://www.uph.edu/id/component/wmnews/new/2954-2nd-conference-series-on-life-cycle-assessment.html Penyelenggaraan ICSoLCA yang kedua di UPH ditandai dengan bertambahnya jumlah pemakalah, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan seminar ini dari tahun ke tahun membuat banyak pihak optimis dengan pengembangan dan penerapan LCA di tanah air. Tak kurang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengagendakan pertemuan teknis untuk pengembangan LCA di level pengambilan kebijakan. Sementara di level penelitian ilmiah, universitas terkemuka seperti Universitas Gadjah Mada juga telah berkomitmen menjadi tuan rumah ICSoLCA berikutnya. ICSoLCA ketiga direncanakan akan diselenggarakan pada tahun 2018 di...

Perluas Jaringan, ILCAN Tandatangani Kerjasama dengan ILCAJ Jepang

[Kyoto, Berita Ilcan] Dalam rangka penguatan jaringan dan pengembangan riset LCA secara global, Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) menandatangani kerja sama dengan The Institute of Life Cycle Assessment Japan (ILCAJ), Penandatangan kerjasama ini dilakukan di sela-sela acara The 12th Biennial International Conference on Ecobalance yang berlangsung 3-6 Oktober 2016 di Kyoto, Jepang. “Ini merupakan komitmen bersama kami dalam mengembangkan dan mendifusikan riset LCA dan aplikasinya di masing-masing negara secara saling menguntungkan, ” terang Prof. Dr. Masahiko Hirao, Presiden ILCAJ. Sementara dari ILCAN, Dr. Jessica Hanafi yang datang mewakili Ketua ILCAN, Dr. Edi Iswanto Wiloso juga mengungkapkan kegembiraanya dengan penandatangan ini. “Kami mengharapkan kerjasama ini dapat bermanfaat bagi anggota ILCAN untuk bertukar informasi ilmiah dengan para peneliti komunitas ILCAJ, ” ungkap Edi saat turut mencermati acara tersebut di tempat terpisah. Berita penandatangan ini disiarkan juga di website ilcaj...

ILCAN Perluas Jaringan Internasional dengan FSLCI

(Berita ILCAN, Tangsel) ILCAN telah menandatangani Strategic Network Partnership Agreement dengan FSLCI (Forum for Sustainability through Life Cycle Innovation), sebuah organisasi komunitas LCA global yang berpusat di Berlin. Penandatanganan dilakukan secara elektronik pada tanggal 15 April 2016 oleh Ketua ILCAN, Dr. Edi Iswanto Wiloso, dengan Chief of Financial of Operating Officer FSLCI, Philip Strothmann. Dengan adanya kesepakatan ini, maka anggota ILCAN dapat menjadi anggota FSLCI maupun terlibat dalam berbagai event yang diselenggarakan FSLCI dengan potongan harga tertentu. Di samping itu, kedua belah pihak juga akan saling mempromosikan event yang digelar ke masing-masing anggotanya. Bagi anggota ILCAN yang ingin menjadi anggota FSLCI dengan potongan harga 25% agar menghubungi sekertariat ILCAN untuk mendapatkan ‘coupon code’ yang perlu diisi saat proses pendaftaran. “Ini merupakan salah satu komitmen kami dalam membangun kompetensi dan memperluas network anggota ILCAN, melalui kerjasama strategis dengan komunitas LCA internasional,” ujar Edi memaknai penandatanganan ini. Usai penandatanganan, logo ILCAN pun muncul bersama dengan logo network LCA dari negara lain, Logo ILCAN ditampilkan di https://fslci.org/national-networks/?doing_wp_cron=1461004139.8082909584045410156250 Butir kesepatan penting diantaranya sbb: 1. The FSLCI will provide the ILCAN with a Coupon code, which will enable the ILCAN’s members to become a member with the FSLCI for an unlimited discount on the annual membership fee of 25%. 2. The FSLCI will actively promote activities of the ILCAN on its website and through its social media channels by means of posting about events, workshops or any other news on the ILCAN...

Teknik Industri UPH Ambil Bagian Dalam Sosialisasi Program Life Cycle Assessment (LCA)

Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi salah satu institusi perguruan tinggi yang ambil bagian dalam upaya mempromosikan kegiatan penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA) di Indonesia. Peserta berfoto bersama para pembicara lokakarya. Kajian literature menunjukkan bahwa penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA), sebagai salah satu dasar pengukuran keberlanjutan (sustainability metrics),  di Indonesia baru dalam tahap awal perkembangan, namun mulai menunjukkan tanda peningkatan dalam 5 tahun terakhir. Universitas  Pelita Harapan (UPH) menjadi salah satu institusi perguruan tinggi yang ambil bagian dalam upaya mempromosikan kegiatan penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA) di Indonesia. Salah satu sumbangsih UPH melalui penelitan LCA dan sosialisasi hasil penelitian, pengajaran LCA dalam mata kuliah Rekayasa Daur Hidup, serta aktif dalam kegiatan seminar dan workshop LCA di lingkungan kampus maupun masyarakat dan pelaku industri yang dilakukan oleh dosen Teknik Industri, Dr. Jessica Hanafi. Jessica Hanafi adalah Doktor di bidang Life Cycle Engineering dari University of New South Wales (UNSW) Australia, dan memiliki spesialisasi pada bidang reverse logistics, life cycle engineering, sustainable manufacturing, sustainable supply chain and practices. Selain mengajar pada Prodi Teknik Industri UPH, Dr. Jessica juga merupakan reviewer untuk berbagai penelitian, konservasi dan jurnal terkait bidang keahliannya. Saat ini Dr. Jessica aktif dalam asosiasi ILCAN (Indonesian Life Cycle Assessment Network) sebagai treasurer and membership Coordinator. ILCAN sendiri adalah sebuah perkumpulan, network pelaku LCA di Indonesia yang didirikan pada 17 Desember 2014 oleh beberapa dosen perguruan tinggi dan peneliti dari lembaga riset. ILCAN bertujuan menjadi network LCA ditingkat nasional yang berfungsi mempromosikan penerapan LCA di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara berbagi informasi terkait kegiatan seputar LCA dan meningkatkan kapasitas pelaku LCA di kalangan akademisi, swasta, dan...

The Indonesian Life Cycle Assessment Network holds its 1st annual meeting

What is the status of LCA research and application in Indonesia? The Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) focused on the issue with of its first national workshop and annual meeting, held on 24-25 November 2015 in Puspiptek, Serpong. Better identifying LCA research and application The workshop provided a forum for LCA researchers and practitioners to share their works and to meet others who work in the same area. Keynote speakers were Mr. Noer Adi Wardojo from MOEF (Indonesia), Dr. Cécile Bessou from CIRAD (France), Prof. Shabbir Gheewala from KMUTT (Thailand), and Assoc. Prof. Yasuhiro Fukushima from Tohoku University (Japan). There were also 15 other invited speakers presenting various topics on LCA. It was a successful meeting with more than 100 active participants from academia, government, and private sectors. In addition to ILCAN, the event was co-organized and financed by the Ministry of Environment and Forestry, Indonesian Institute of Sciences, Pelita Harapan University, and PT Sucofindo. 100 active participants from academia, government, and private sectors joined in. It was a success for the young network, which was established in December 2014 by researchers and lecturers from research institutions and universities in Indonesia. A network to promote LCA research in Indonesia The Indonesian Life Cycle Assessment Network is a voluntary, non-profit organization with the objective to promote LCA research and its application to support sustainable development in Indonesia. It was established in December 2014 by researchers and lecturers from research institutions and universities in Indonesia. The main programs are to share information on LCA methodology and to build capacity on LCA competency to interested parties in academia, government, and industry....
Page 4 of 7« First...23456...Last »
Translate »