Latest News

Di KLHK, ILCAN Ungkap potensi LCA Guna Dukung Pengambilan Kebijakan

[Jakarta, Berita P2 Kimia] Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Penerapan SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017 tentang Manajemen lingkungan- Penilaian Daur Hidup”. Bertempat di Gedung Rimbawan, Manggala  Wanabakti, KLHK, Jakarta, acara diadakan selama 2 hari (5-6 April 2017). Bimtek tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari para peneliti dan pengambil kebijakan di lingkungan KLHK. Kementerian/ Lembaga lain yang diundang diantaranya Kementerian Perindustrian, Pertanian, Energi Sumber Daya dan Mineral, Kelautan dan Perikanan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tenaga Kerja, Luar Negeri, Badan Perencanaan Nasional, Badan Standarisasi Nasional, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. “Bimtek ini dimaksudkan untuk mengkaji implementasi ISO 14040/44 terutama pemanfaatan LCA di level pengambilan kebijakan, “ terang Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc, Kepala Pustanlinghut saat memberikan sambutan pembukanya. Di sesi pertama, Noer selanjutnya menerangkan beberapa contoh penerapan LCA untuk mendukung kebijakan, baik di dalam maupun luar negeri. “Aplikasi ini misalnya untuk ekolabel tipe 1 dan 3, untuk efisiensi produksi, penurunan emisi, dst.,” terangnya lebih lanjut. Dalam sesi tersebut, peneliti P2 Kimia LIPI, Dr.  Edi Iswanto Wiloso, juga turut diundang menjadi pembicara. Edi yang juga ketua Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) menyampaikan pengantar konsep LCA dan beberapa studi kasus penggunaannya di luar negeri terkait dengan daya saing komoditi ekspor. “Indonesia termasuk tertinggal dalam menerapkan LCA, dibandingkan negara tetangga seperti Thailand maupun Singapura, “ terang doktor lulusan Leiden University, Belanda ini. Edi kemudian menyampaikan beberapa contoh aplikasi LCA di bidang energi, bangunan, kelautan dan sebagainya. Pembicara selanjutnya adalah Dr. Jessica Hanafi. Pengajar Universitas Pelita Harapan ini menyampaikan materi metodologi LCA. “Ada empat tahapan metode LCA,...
read more

Dr. Nuki, Ketua Working Group ILCAN, Berbicara di The Big 5 Construct Indonesia

[Jakarta, Berita ILCAN]. The Big 5 Construct Indonesia, sebuah even tahunan yang digelar The Big 5, kembali digelar di tahun 2016. The Big 5 merupakan suatu event organizer yang sudah lebih dari tiga dasawarsa menggelar acara konstruksi bangunan terutama di Timur Tengah, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pesertanya mencakup lebih dari 300.000 penjual dan pembeli yang berasal dari 120 negara. Untuk tahun 2016, The Big 5 Construct Indonesia diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 9-11 November 2016. “Tahun lalu, kami telah berhasil mengundang 5000 peserta dari 26 negara, ” terang Sarah Meredith, Workshop Manager acara ini. Di tahun ini pula, panitia semakin menyadari pentingnya isu global penerapan Life Cycle Assessment untuk mendukung keberlanjutan lingkungan pada bidang konstruksi bangunan. Secara khusus, mereka mengundang pakar LCA, Dr. Nuki Agya Utama yang juga merupakan Ketua Working Group on Building Construction ILCAN untuk menjadi narasumber workshop. “LCA telah dipakai dan dikembangkan untuk mengkaji siklus hidup bangunan, ” terang Dr. Nuki. “Ini mencakup tahap pengadaan material, transportasi, pendirian/ renovasi pembangunan, perawatan, hingga perobohan bangunan, ” lanjutnya. Nuki kemudian menerangkan lebih detail terkait contoh hasil penelitiannya terhadap berbagai alternatif material bangunan ditinjau dari LCA dan pembiayaannya (Life Cycle Costing). Diterangkan pula perhitungan energi, emisi dan sebagainya sebagai salah satu parameter dalam LCA. Para peserta tampak antusias mendengarkan dan sesekali bertanya. “(Kegiatan) ini mengindikasikan implementasi nyata LCA untuk mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan bagi semua orang di Indonesia, ” ujar Dr. Edi Iswanto Wiloso, mengungkapkan optimismenya terhadap perkembangan LCA di tanah air. Info berita:...
read more

Publikasi Riset LCA di tanah air ke level internasional, ILCAN Luncurkan Jurnal IJoLCAS

ILCAN telah meluncurkan media publikasi ilmiah online bernama Indonesian Journal of Lifecycle Assessment (IJoLCAS). Jurnal ber-ISSN ini disiapkan untuk menjadi jurnal internasional yang turut memfasilitasi riset LCA terutama di tanah air. Jurnal ini terbit setahun dua kali: Januari dan Juli. “Publikasi jurnal telah terindeks Google Scholar dan akan kami kembangkan pengindeksannya di pengindeks internasional lainnya, ” terang Dr. Ajeng Arum Sari, ketua redaksi pelaksana IJoLCAS. Tak kurang, kelahiran IJoLCAS telah digaungkan di berbagai jaringan global, termasuk lifecycleinitiative.org dan ILCAJ. Informasi pengiriman paper dapat dilihat di http://ijolcas.ilcan.or.id/...
read more

ILCAN Selenggarakan The 2nd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment

ILCAN bekerja sama dengan UPH dan didukung LIPI menyelenggarakan The 2nd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment pada tanggal 2-3 November 2016. Beritanya telah diinformasikan oleh media UPH dan lifecycleinitiative.org sebagai berikut. http://www.lifecycleinitiative.org/?wysija-page=1&controller=email&action=view&email_id=105&wysijap=subscriptions http://www.uph.edu/id/component/wmnews/new/2954-2nd-conference-series-on-life-cycle-assessment.html Penyelenggaraan ICSoLCA yang kedua di UPH ditandai dengan bertambahnya jumlah pemakalah, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan seminar ini dari tahun ke tahun membuat banyak pihak optimis dengan pengembangan dan penerapan LCA di tanah air. Tak kurang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengagendakan pertemuan teknis untuk pengembangan LCA di level pengambilan kebijakan. Sementara di level penelitian ilmiah, universitas terkemuka seperti Universitas Gadjah Mada juga telah berkomitmen menjadi tuan rumah ICSoLCA berikutnya. ICSoLCA ketiga direncanakan akan diselenggarakan pada tahun 2018 di...
read more
Page 1 of 612345...Last »

Translate »