Latest News

ILCAN-UI-LIPI Gelar The 3rd ICSoLCA 2018 yang Diikuti Lebih Dari 300 Orang

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) bersama  dengan Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) dan Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI menggelar The 3rd International Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSoLCA) 2018.  Bertempat di Perpustakan Nasional Republik Indonesia Jakarta, acara berlangsung pada 23 – 25 Oktober 2018. ICSoLCA merupakan even rutin yang digelar oleh ILCAN bekerjasama dengan mitranya. Pertemuan pertama diselenggarakan pada tahun 2015 di Puspiptek, Serpong. Pertemuan kedua tahun 2016 dilaksanakan di Universitas Pelita Harapan Karawaci. SIL UI menjadi tuan rumah konferensi yang ketiga ini dan menjadi universitas pertama di dunia yang berinisiatif menggelar konferensi internasional dengan mengombinasikan metode LCA dengan SDG. Turut hadir dalam pembukaan acara, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (Dr. Emil Budianto) dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, SIL UI (Dr. Hayati Sari Hasibuan). Di samping itu, hadir juga mitra pendukung seperti Ketua ILCAN (Dr. Edi Iswanto Wiloso) dan Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI  (Dr. Eng. Agus Haryono). “Konferensi kali ini mengambil tema life cycle assessment (LCA) as a metric to achieve Sustainability Development Goals (SDG),“ terang Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto saat memberikan sambutannya. “SDG, atau tujuan pembangunan berkelanjutan, merupakan komitmen global dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana Indonesia juga termasuk di dalamnya,“ lanjutnya. Perhelatan ICSOLCA kali ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 artikel yang akan dipresentasikan secara lisan dan poster. Di samping itu hadir pula para peserta non pemakalah sehingga total peserta lebih dari 300 orang. Para peserta berasal dari universitas, lembaga penelitian dan industri, baik dari dalam dan luar negeri. Peserta dari luar negeri diantaranya berasal dari Amerika, Australia, Belanda, Jepang, Jerman, Prancis dan Sri...
read more

Kriteria Baru Proper: Penilaian Daur Hidup/ Life Cycle Assessment (LCA)

Jakarta, 14 September 2018. Sekretariat PROPER Ditjen PPKL KLHK tahun ini menambahkan kriteria baru dalam penilaian PROPER. Kriteria baru tersebut adalah Penilaian Daur Hidup atau yang lebih dikenal dengan istilah Life Cycle Assesment (LCA). Penambahan kriteria ini diberlakukan setelah revisi Peraturan Menteri LH Nomor 3 Tahun 2014 tentang PROPER terbit. Salah satu kriteria penilaian yang dikembangkan oleh KLHK untuk aspek lebih dari ketaatan yaitu penerapan Penilaian Daur Hidup (LCA). Penerapan penilaian daur hidup (LCA) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menghitung keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan. Penilaian Daur Hidup Life Cycle Assessement (LCA) mengikuti kerangka perspektif SNI ISO 14040:2016 tentang Manajemen Lingkungan-Penilaian Daur Hidup-Prinsip dan Kerangka Kerja SNI ISO 14044: 2016 tentang Manajemen Lingkungan – Penilaian Daur Hidup – Persyaratan dan Panduan. Salah satu aspek Penilaian Daur Hidup (LCA) dalam PROPER yaitu (1) perusahaan dapat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan LCA; (2) mempunyai personal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi. Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan telah melaksanakan focus group discussion bersama dengan Tim Ahli dari berbagai Perguruan Tinggi serta ILCAN (Indonesian Life Cycle Assessment Network) untuk mempersiapkan penerapan LCA menjadi kriteria PROPER serta materi muatan bimbingan teknis penilaian daur hidup. Berikut Tim Ahli yang membahas mengenai kriteria LCA tersebut. Dr. Edi Iswanto Wiloso, LIPI/ILCAN Dr. Jessica Hanafi, ILCAN (Indonesian Life Cycle Assessment Network) Dr. Kiman Siregar, Departemen Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh/ILCAN Dr. Ir. Rachmat Boedisantoso, MT, Departemen Teknik Lingkungan ITS Ir. Winardi Dwi Nugraha, M.si, Departemen Teknik Lingkungan UNDIP Dr. Ellyna Chairani, ILCAN (Indonesian Life Cycle Assessment Network) Maria Anityasari  PhD, Departemen Teknik Industri ITS Pertiwi Andarani...
read more

The 3rd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSOLCA) 2018

The 3rd ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSOLCA) 2018 The ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment is the leading forum bringing together academia, graduate scholars, practitioners working in industry, government and public institutions in the domain of life cycle assessment, sustainability and circular economy. This event, hosted by University of Indonesia and supported by ILCAN and Research Center for Chemistry LIPI, will take place on 24-25 October 2018 at University of Indonesia, Jakarta (Salemba) Campus. For further detail, please visit...
read more

Workshop Internasional LCA di P2 Kimia LIPI

[Berita P2 Kimia, Serpong] Isu pengembangan produk yang ramah lingkungan telah menjadi kebutuhan global. Oleh karenanya, pengembangan metode untuk mengakses potensi dampak lingkungan produk menjadi penting. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, saat membuka workshop life cycle analysis di P2 Kimia, Jum’at (9/2). “Penelitian LCA dan bioetanol telah berkembang cukup pesat di P2 Kimia dalam beberapa tahun terakhir,“ ujar Agus. “Saya yakin workshop ini dapat menjadi wadah tukar-menukar informasi perkembangan keilmuan terkini,“ sambung Agus yang juga merupakan penanggungjawab Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioetanol Generasi Kedua di P2 Kimia. Workshop bertemakan bioetanol dan pangan fermentasi ini diselenggarakan oleh P2 Kimia dengan dukungan dari PUI Bioetanol Generasi Kedua dan Indonesian Life Cycle Assesment Network (ILCAN). Workhsop menghadirkan dua orang pembicara dari dalam P2 Kimia dan dari luar negeri. Tak kurang dari 65 peserta hadir di acara ini, dua pertiganya dari luar P2 Kimia. Pendaftar dari luar LIPI diantaranya adalah dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Wageningen University – Belanda, Institut Teknologi Bandung, Universitas Syiah Kuala, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pelita Harapan, Universitas Prasetiya Mulya, STT Texmaco, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian. Universitas Pertahanan, Universitas Teuku Umar, Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), PT Charoen Pokphand Indonesia, Pertamina, dsb. Acara dimulai dengan pengantar tentang konsep LCA oleh Dr. Edi Iswanto Wiloso, peneliti senior P2 Kimia. Edi yang menyelesaikan S3 nya di Leiden University ini menerangkan tentang kemajuan riset LCA di tanah air. “Riset LCA saat ini sudah semakin banyak, meskipun dibandingkan dengan negara ASEAN kita masih tertinggal, “ jelas Edi yang juga merupakan ketua ILCAN ini. Acara dilanjutkan dengan presentasi pertama yang berjudul potensi LCA untuk bioetanol...
read more
Page 2 of 812345...Last »

Translate »