25 Jan, 2016 | News
Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi salah satu institusi perguruan tinggi yang ambil bagian dalam upaya mempromosikan kegiatan penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA) di Indonesia. Peserta berfoto bersama para pembicara lokakarya. Kajian literature menunjukkan bahwa penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA), sebagai salah satu dasar pengukuran keberlanjutan (sustainability metrics), di Indonesia baru dalam tahap awal perkembangan, namun mulai menunjukkan tanda peningkatan dalam 5 tahun terakhir. Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi salah satu institusi perguruan tinggi yang ambil bagian dalam upaya mempromosikan kegiatan penelitian dan penerapan Life Cycle Assessment (LCA) di Indonesia. Salah satu sumbangsih UPH melalui penelitan LCA dan sosialisasi hasil penelitian, pengajaran LCA dalam mata kuliah Rekayasa Daur Hidup, serta aktif dalam kegiatan seminar dan workshop LCA di lingkungan kampus maupun masyarakat dan pelaku industri yang dilakukan oleh dosen Teknik Industri, Dr. Jessica Hanafi. Jessica Hanafi adalah Doktor di bidang Life Cycle Engineering dari University of New South Wales (UNSW) Australia, dan memiliki spesialisasi pada bidang reverse logistics, life cycle engineering, sustainable manufacturing, sustainable supply chain and practices. Selain mengajar pada Prodi Teknik Industri UPH, Dr. Jessica juga merupakan reviewer untuk berbagai penelitian, konservasi dan jurnal terkait bidang keahliannya. Saat ini Dr. Jessica aktif dalam asosiasi ILCAN (Indonesian Life Cycle Assessment Network) sebagai treasurer and membership Coordinator. ILCAN sendiri adalah sebuah perkumpulan, network pelaku LCA di Indonesia yang didirikan pada 17 Desember 2014 oleh beberapa dosen perguruan tinggi dan peneliti dari lembaga riset. ILCAN bertujuan menjadi network LCA ditingkat nasional yang berfungsi mempromosikan penerapan LCA di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara berbagi informasi terkait kegiatan seputar LCA dan meningkatkan kapasitas pelaku LCA di kalangan akademisi, swasta, dan...
18 Jan, 2016 | News
What is the status of LCA research and application in Indonesia? The Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) focused on the issue with of its first national workshop and annual meeting, held on 24-25 November 2015 in Puspiptek, Serpong. Better identifying LCA research and application The workshop provided a forum for LCA researchers and practitioners to share their works and to meet others who work in the same area. Keynote speakers were Mr. Noer Adi Wardojo from MOEF (Indonesia), Dr. Cécile Bessou from CIRAD (France), Prof. Shabbir Gheewala from KMUTT (Thailand), and Assoc. Prof. Yasuhiro Fukushima from Tohoku University (Japan). There were also 15 other invited speakers presenting various topics on LCA. It was a successful meeting with more than 100 active participants from academia, government, and private sectors. In addition to ILCAN, the event was co-organized and financed by the Ministry of Environment and Forestry, Indonesian Institute of Sciences, Pelita Harapan University, and PT Sucofindo. 100 active participants from academia, government, and private sectors joined in. It was a success for the young network, which was established in December 2014 by researchers and lecturers from research institutions and universities in Indonesia. A network to promote LCA research in Indonesia The Indonesian Life Cycle Assessment Network is a voluntary, non-profit organization with the objective to promote LCA research and its application to support sustainable development in Indonesia. It was established in December 2014 by researchers and lecturers from research institutions and universities in Indonesia. The main programs are to share information on LCA methodology and to build capacity on LCA competency to interested parties in academia, government, and industry....
Translate »